ALT_IMG

JARINGAN KOMPUTER

Jaringan Komputer ialah sebuah rangkaian sistem komputer yang terdiri atas komputer-komputer yang terintegrasi satu sama lain yang memungkinkan setiap komputer untuk saling berbagi, tukar menukar informasi, data dan berkomunikasi.Readmore...

ALT_IMG

WINDOWS

Microsoft Windows atau yang lebih dikenal dengan sebutan Windows adalah keluarga sistem operasi. yang dikembangkan oleh Microsoft, dengan menggunakan antarmuka pengguna grafis.Readmore..

Alt img

LINUX

Linux adalah sistem operasi berbasis Unix yang dibuat oleh Linus Torvalds, dikembangkan oleh GNU General Public License. Linux bersifat open-source atau bebas digunakan atau didownload oleh pengguna komputer diseluruh dunia atau juga disebut dengan istilah FOSS (Free / Open Source Software) Readmore...

ALT_IMG

Macintosh OS X

Macintosh OS merupakan system operasikomputer yang dibuat oleh Apple. Apple yang sebelumnya bernamaApple Computer, Inc adalah sebuah perusahaan Silicon Valley berbasisdi Cupertino, California, yang bergerak dalam bidang teknologikomputer. Apple membantu bermulanya revolusi komputer pribadi padatahun 1970-an dengan produknya Apple II dan memajukannya sejak tahun 1980-an hingga sekarang dengan Macintosh.Readmore...

ALT_IMG

My Software

Software komputer adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Readmore...

Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 September 2013

Novel MARTINI

0 komentar
wanita itu bernama Martini. Kini ia kembali menginjakkan kakinya di lndonesa, setelah tiga tahun ia meninggalkan kampung halamannya yang berjarak tiga kilometer dari arah selatan Wonosari Gunung Kidul.
Didalam benak Martini berbaur rasa senang, rindu dan haru. Beberapa jam lagi ia akan berjumpa

kembali dengan suaminya, mas Koko dan putranya Andra Mardianto, yang ketika ia tinggalkan masih berusia tiga tahun. Ia membayangkan putranya kini telah duduk dibangku sekolah dasar mengenakan seragam putih – merah dan menmpati rumahnya yang baru, yang dibangun oleh suaminya dengan uang yang ia kirimkan dari arab Saudi, Negara dimana selama ini ia bekerja.

Martini adalah seorang tenaga kerja wanita yang berhasil diantara banyak kisah mengenai tenaga kerja wanita yang nasibnya kurang beruntung. Tidak jarang seorang TKW pulang ketanah airnya dalam keadaan hamil tanpa jelas siapa ayah sang janin yang dikandungnya. Atau disiksa, digilas dibawah setrikaan bersuhu lebih dari 110 derajat celcius, atau tiba – tiba menjadi bahan pemberitaan di media massa tanah air karena sisa hidupnya yang sudah ditentukan oleh vonis hakim untuk bersiap menghadapi tiang gantungan atau tajamnya logam pancung yang kemudian membuat kedubes RI, Deplu dan Depnaker kelimpungan dan tampak lebih sibuk.
Sangatlah beruntung bagi Martini mempunyai majikan yang sangat baik, bahkan dalam tiga tahun ia bekerja, ia telah dua kali melaksanakan umroh dengan biaya sang majikan. Majikannya adalah seorang karyawan disalah satu perusahaan minyak disana. Ia bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga di El Riyadh dengan tugas khusus mengasuh putra sang majikan yang sebaya dengan Andra, putranya. Hal ini membuatnya selalu teringat putranya sendiri dan menambah semangat dalam bekerja.
Dengan cermat Martini memperhatikan sekeliling, akan tetapi ia tidak melihat seorang saudara atau kerabatpun yang ia kenal. Sempat terbersit rasa iri dan kecewa ketika ia menyaksikan beberapa rekanannya yang dijemput dan disambut kedatangannya oleh orang tua, anak atau suami mereka. Namun dengan segera ia membuang jauh – jauh pikiran tersebut. Ia tidak ingin suuzon dengan suaminya.
“mungkin hal ini disebabkan karena kedatanganku yang memang terlambat tiga hari dari jadwalkepulangan yang direncanakan sebelumnya,” pikirnya huznuzon.
Dan pikiran ini malah membuatnya merasa bersalah, karena ia tidak memberitahukan kedatangannya melalui telepon sebelumnya.
Akhirnya ia memutuskan untuk menuju terminal pulogadung dengan taksi bandara. Oleh karena ia tidak tahu dimana pool bus maju lancar terdekat dari bandara soekarno-hatta, ia berharap diterminal pulogadung ia bisa langsung menemukan bus tersebut dan membawanya ke wonosari dengan nyaman, karena badannya sekarang sudah terlalu letihuntuk perjalanan panjangyang ditempuh dari arab Saudi.
Tanpa ia sadari, martini telah sampai didepan rumahnya, rumah yang merupakan warisan ayahnya, yang ia huni bersama mas koko, andra dan ibunyayang telah renta. Namun bingung dan pertanyaan muncul dalam benaknya. Yang ia lihat hanyalah rumah tua tanpa berubahan sedikitpun, kecuali kandang sapi didekat rumahnyayang kini telah kosong. Sama keadaanya dengan tiga tahun lalutatkala ia meninggalkan rumah tersebut.
“ mana rumah baru yang mas koko bangun seperti yang ada difoto yang mas koko kirimkan tiga bulan yang lalu. Apakah ia membeli tanah ditempat lain dan membangunnya disana. Kalau begitu syukurlah,” pikirnya mencoba huznuzon.
Ia ketuk perlahan – lahanpintu rumahnya. Namun tidak ada seorangpun yang muncul membukakan pintu “kulo nuwun, mas…! Andra…! Mbok…!”
Beberapa saat kemudian barulah pintu yang terbuat dari kayu glugu tersebut terbuka.” Madosi sinten mbak?” Tanya seorang bocah berusia 6 tahun yang tak lain adalah andra yang muncul dari balik pintu.
“Andra aku ini ibumu, sudah lupa ya. Apakah bapakmu tidak menceritakan ihwal kedatanganku?” ucap martini balik bertanya.
“Ayah? Kedatanagn ibu? Oh mari masuk. Sebentar ya, andra bangunkan mbah dulu,” ujar Andra sambil berlari menuju kearah kamar neneknya.
Martini masuk kedalam rumah dan duduk diatas amben yang terletak disudut ruangan depan, seraya memperhatikan keadaan didalam rumah yang ia huni sejak kecil tersebut. Keadaan dalam rumahpun tidak tampak ada perubahan yang berarti.
“Martini ya. Wah – wah anakku sudah datangdari perantauan,” terdengar suara tua khas ibu martini sedang setengah berlari keluar dari kamarnya, menyambut kedatangan anaknya, diikuti oleh andra , membawakan segelas the hangat.
“bagaimana keadaan simbok disini?”, Tanya martini.
“oh, anakku simbok di sini baik – baik saja, kamu sendiri bagaimana, tini?” “saya baik – baik saja mbok, ngomong – ngomong mas koko dimana mbok?” Tanya martini. Mendengar pertanyaan itu, tiba – tiba air muka ibu martini berubah, ia tampak berpikir – piker sejenak.
“ oh mengenai suamimu, nanti akan simbok ceritakan, sebaiknya kamu ngaso dulu. Kau pasti capek setelah melakukan perjalanan jauh. Jangan lupa the hangatnya diminum dulu,” saran ibu martini.
Martini menurut saja apa yang dikatakan ibunya. Setelah menikmati segelas the hangat, ia mengangkat kaki dan tiduran di atas amben. Namun tetap saja ia tidak dapat memejamkan matanya. Pikirannya tetap melayang memikirkan suaminya ; dimana dia, apakah dia merantau ke Jakarta untuk turut mencari nafkah diperantauan, dimana letak rumah barunya, atau apakah mas koko malah meninggalkan dirinya dan menikah dengan wanita lain?”
“ah tidak mungkin,” pikirnya kembali berusaha untuk tetap huznuzon.
Ia mencoba bangkit lalu menemui ibunya yang sedang memasak dipawon.
“maaf Mbok, dimana mas koko, tini sudah kangen dan ingin berbicara dengannya,” ujar martini membuka kembali percakapan. Ibu martini tampak kembali berfikir sejenak, lalu berdiri dan mengambil segelas air putih dingin dari kendi.
“ minumlah air putih ini agar kamu lebih tenang, Tini, nanti simbok ceritakan di mana suamimu berada, kalau kamu memang sudah tidak sabar.”
Sementara itu martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya.
“ tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya didusun sebelah sana, namun sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita. Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan andra bersama simbok. Tentu saja simbok marah besar kepadanya. Namum apa daya, simbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang simbok pegangpun pas – pasan. Mau mengirim surat kepadamu simbok tidak bisa, kamu tahukan simbok buta huruf. Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu – satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa simbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, andra masih kelas 1 SD”.
Mendengar penuturan ibunya, martini langsuung menangis, ia sedih marah dan kalut.
“mengapa simbok tidak melaporkannya ke pak kadus dan pak kades, dan beliaupun sudah berjanji untuk membantu simbok. Namun sampai saat ini simbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya , tampak tak peduli denagn suara – suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, simbok tidak berfikir sampai kesitu, maafkan simbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.
“Duh Gusti...., paringono sabar...,." terdengar Martini terisak, berusaha untuk tetap ingat kepada Yang Maha Kuasa. Bagaimana bisa, suami yang begitu ia cintai dan ia percaya, dapat berbuat begitu kejam terhadapnya. Apalagi ia sekarang tinggal bersama istri barunya, di rumah hasil jerih payahnya selama tiga tahun merantau di Arab Saudi.
"Mbok, di mana rumah baru itu berada?”
wajah ibunya terlihat ketakutan, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan anaknya dalam keadaan kalut di sana apabila ia tahu letak rumah tersebut.
"Mbok,d i mana Mbok,” Suara Martini semakin tinggi, namun ibunya tetap diam.
,”Kenapa simbok tidak mau membertihu. Apakah Simbok merestuinya?_Apakah simbok mendukungnya? Apakah Simbok membela bajingan itu dari pada saya anakmu sendiri? Apakah.....”
“Diam Tini, teganya kamu menuduh ibumu seperti itu. Kamu mau menjadi anak durhaka? Ingatlah kamu kepada Tuhan,Nak, ingatlah kepada Gusti Allah,N ak"
Kalimat itu muncul dari mulut ibunya, yang kemudian terduduk menangis mendengar ucapan pedas anaknya tersebut.
“ya sudah kalau Simbok tidak mau memberitahu. Tini akan cari sendiri rumah itu,” teriak Martini seraya meninggalkan ibunya yang sangat bersedih, yang berusaha mengejarnya namun kemudian jatuh tersungkur di halam depan rumahnya karena tidak mampu lagi mengeiarnya.
“Hei , mana Koko, bajingan sialan,"teriak Martini sambil berjalan membabi buta, menyusuri jalan dengan muka merah Padam.
Pikrannya kacau balau.
“Buat apa aku bekerja jauh-jauh mencari uang di Arab Saudi demi kamu dan.Andra tetapi mengapa kau tega memanfaatkanku, menggunakan uangku untuk membuat rumah dan tinggal di sana bersama istri barumu,
Kurang apa aku?”
Mendengar teriakan Martini, kontan para tetangga di sekitar situ segera berhamburan ke luar rumah. Mereka kebingungan menyaksikan ulah Tini yang sudah tidak mereka lihat selama tiga tahun, tiba – tiba muncul kembali di dusun itu dengan tingkah laku yang berubah 180 derajat. Martini yang dulunya lembut, penurut, kini kasar dan beringasan. Apakah ia telah gila? Apakah yang telah terjadi terhadap dirinya di Arab saudi? Apakah ia
Dianiaya sebagaimana sering terdengar berita di media massa mengenai TKW yang disiksa?.
Namun kemudian mereka segera menyadari. Hal ini pasti karena Martini telah mengetahui perbuatan suaminya. Segera saja mereka mengejar dan mencoba menenangkan Martini. Namun dengan kuat Martini mencoba melepaskan tangannya dari dekapan tetangganva itu. Dan saat itu pula ia melihat suaminya, ya Koko bajingan itu, keluar dari rumahnya. Koko tampaknya tidak menghiraukan kedatangannya. Bahkan istri barunya itu
terlihat dengan mesranya berdiri disamping koko yang meletakkan keduavtangannya dipinggang koko.
,,” hei, siapa kamu. Tini ya. Kenapa kamu kesini? Ini rumahku bersama mas koko. Bukannya kamu sudah mati, kalau belum mendingan kamu mati saja sekarang. Itu lebih baik, dari pada mau merusak kebahagiaan kami. Bukan begitu mas koko?” ujar wanita yang ada disebelah koko sambil mengalungkan tangan kanannya dileher koko dengan lembutnya.
Hal ini jelas membuat tini makin marah.
“hai , dasar kau, wanita murahan, tidak tahu diri. Koko adalah suamiku. Dan kau koko, mengapa kau tega menipuku, meninggalkanku hanya untuk menikahi wanita keparat ini. Dasar bajingan.”
Dekapan tetangga yang memegang Martini akhirnya lepas. Dengan cepat Martini meraih sebuah bamboo yang tergeletak di bawah pohon nangka dan berlari menuju kearah koko dan istri barunya. Dengan tidak hati-hati ia menaiki anak tangga yang menuju kedalam rumah baru itu. Secepat kilat ia mengayunkanbambu itu ke arah mereka berdua. Namun malang, belum sampai bamboo itu mengenai sasaran, ia kehilangan keseimbangan. Ia terpeleset dari dua anak tangga dan jatuh terjerembab tak sadarkan diri.
”Mbak – Mbak bangun Mbak. Mau turun di mana Mbak. Ini sudah sampai di wonosari," terdengar sayup-sayup suara pemuda yang duduk di dekat Martini.
"Astaghiirullaahaladzlm .Ha...apa...?.. W onosari," Tanya M artini.
“ Ya Mbak sepertinya dari tadi Mbak gelisah tidurnya" ujar pemuda itu
”Apakah benar ini wonosari?" Tanya Martini memastikan seraya mengarahkan pandangannya keluar jendela.
Ya ini adalah daerah yang telah tiga tahun ia tinggalkan.
"Alhamdulillah ya. ,Allah terima kasih," batin Martini bahagia.






UNSUR INTRINSIK
·        Tema  :  percayalah pada niat baikmu

·        Latar  :
Tempat   :  dalam bis(dalam perjalanan) dan di kampung

Waktu     :  tiga tahun setelah kepergian martini ke Arab Saudi

Suasana  :   diawal cerita suasana yang timbul basa saja, tetapi pada pertengahan cerita suasana yang timbul  
                     Menegangkan karena adanya konflik yang timbul ketika tokoh utma bermimpi

·        Plot/alur  :  alur cerita itu adalah alur maju(episode) karena jalan cerita dijelaskan secara runtut. Pada awal cerita
                    diawali dengan pengenalan tokoh, kemudian si tokoh bermimpi, pada mimpinya timbul suatu      
                    pertentangan  yang berlanjut ke konflik(klimaks) dilanjutkan dengan antiklimaks dan pada akhir cerita
                    terdapat penyelesaian.

·        Perwatakan  :

 Tokoh utama(martini) :  wataknya yang sabar,lembut ,pekerja keras,  bertanggung jawab terhadap
                                            keluarga,  hal ini di tunjukan dari penjelasan tokoh,penggambaran fisik tokoh serta             
                                            tanggapan tokoh lain terhadap tokoh utama
Tokoh pembantu  : 
                                      Mbok  : sabar
                                      Andra  :  patuh terhadap orang tua
                                      Mas koko  :  tidak bertanggung jawab terhadap keluarga
·        Sudut pandang : orang ketiga

·        Mood/suasana hati : kecurigaan,kesabaran,kecemburuan,penyesalan,kebahagiaan

·        Amanat :
                        -Seharusnya  suami bertanggungjawab untuk mencari nafkah bagi anak dan istrinya
                        -Jangan dulu bersikap su’udzon kepada seseorang bila belum ada buktinya
                       - Keuletan dan kesabaran dalam bekerja  akan membuahkan hasil yang baik
                       - Selalu  berniat baik untuk mendapatkan ridho Allah swt

UNSUR EKSTRINSIK
·        Nilai moral :
 Dalam cerpen tersebut terdapat kandungan nilai moral yaitu seseorang haruslah bersikap huznudzon terhadap   sesama manusia, karena husnudzon  mencerminkan akhlak serta budi pekerti yang baik.
·        Nilai Sosial-budaya :
 cerita pada cerpen tadi mempunyai kaitan yang  sangat erat  dengan kehidupan kita sehari-hari.  Bahwa kebanyakan orang yaitu wanita pergi merantau ke negeri orang demi membantu perekonomian keluarga seperti  menjadi TKW, sedangkan suaminya menunggu dirumah, untuk dikirimi uang dari istrinya tanpa berpikir , susahnya mencari uang dinegeri orang, sedangkan dia sendiri tidak bekerja. Namun, hal ini bertolakbelakang dengan budaya serta tradisi, bahwa yang wajib mencari nafkah untuk keluarganya adalah suami. Karena suami adalah pemimpin dalam rumah tangga, jadi ia harus bertanggungjawab terhadap keluarganya. Tetapi, hal ini rupanya sudah banyak terjadi di masyarakat, sehingga tidak jarang pula orang-orang yang menjumpai hal tersebut.
Continue reading →

Novel SI KELINGKING

0 komentar
( Cerita Rakyat dari Jambi )
Alkisah, disebuah dusun di Negeri Jambi, ada sepasang suami – istri yang miskin. Mereka sudah puluhan tahun berumah tangga, tetapi belum dikaruniai anak. Segala usaha telah mereka lakukan untuk mewujudkan keinginan mereka, namun belum juga membuahkan hasil. Disaat mereka dilanda keputusasaan, mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka memohon agar dikaruniai seorang anak, walaupun hanya sebesar kelingking, mereka mau menerimanya.
Beberapa bulan kemudian, sang istri mengandung. Mulanya, sang suami tidak percaya, karena dia melihat tidak ada tanda-tanda kehamilan pada istrinya. Namun, sebagai seorang wanita, dia yakin dirinya sedang hamil. Dia merasa ada yang bergerak-gerak didalam perutnya. Dia juga mengingatkan suaminya dengan doa yang telah mereka ucapkan. Suaminya ingat dengan doanya, dia baru percaya bahwa istrinya benar – benar hamil. Karena bayi di dalam rahimnya hanya sebesar kelingking, jadi perut istrinya tidak kelihatan membesar.
Setelah sembilan bulan mengandung. Pada suatu malam, sang istri benar – benar melahirkan seorang bayi laki-laki sebesar kelingking. Betapa bahagianya mereka, karena dapat memperoleh seorang anak yang telah mereka idam – idamkan. Mereka pun memberinya nama Kelingking. Mereka mengasuhnya dengan penuh kasih sayang hingga menjadi dewasa. Hanya saja, tubuhnya masih sebesar kelingking.
Pada suatu hari, Negeri Jambi didatangi Nenek Gergasi. Ia adalah hantu pemakan manusia dan apa saja yang hidup. Kedatangannya membuat penduduk takut. Penduduk diperintah Rajanya untuk mengungsi ketempat yang lebih aman. Begitu juga dengan keluarga kelingking. Tetapi, kelingking menolak untuk pergi, dia meminta ayahnya untuk membuatkan sebuah lubang kecil untuk menakut – nakuti Nenek gergaji dan ia ingin mengusir Nenek Gergaji yang selama ini membuat ketakutan penduduk. Karena tubuhnya yang kecil, dia dapat dengan mudah sembunyi dan sulit ditemukan. Sebenarnya ayahnya ragu dengan Kelingking, karena tubuhnya yang kecil itu, tetapi sang ayah pun memenuhi permintaan Kelingking. Ia membuat sebuah lubang di dekat tiang rumah paling depan.
Ketika hari menjelang sore, Nenek gergaji pun datang hendak memakan manusia. Alangkah marahnya ketika ia melihat kampung itu sangat sepi.
“Hai manusia, kambing, kerbau, dan ayam, dimana kalian? Aku datang ingin menelan kalian semua. Aku sudah lapar!” seru Nenek Gergasi dengan geram.
Kelingking yang mendengar teriakan itu pun menyahut dari dalam lubang.
“Aku disini Nenek Tua.” sahut Kelingking
Nenek Gergasi sangat heran mendengar suara manusia, tapi tidak kelihatan manusianya. Ia pun berusaha berteriak memanggil manusia itu. Betapa terkejutnya ia ketika teriakannya dijawab oleh sebuah suara yang lebih keras lagi. Hantu itu pun mulai ketakutan. Ia mengira ada manusia yang sangat sakti di kampung itu. Beberapa saat kemudian, si Kelingking menggertaknya dari dalam lubang persembunyiannya.
“Kemarilah Nenek Gergasi. Aku juga lapar. Dagingmu pasti enak dan lezat!”
Mendengar suara gertakan itu, Nenek Gergasi yang merasa ketakutan langsung lari tungganglanggang dan terjerumus ke dalam jurang dan mati seketika.
Kemudian kelingking mengabarinya kepada oranrtuanya dan penduduk sekitar. Berita tentang keberhasilam Kelingking mengusir Nenek Gergasi itu sampai ke telingan Raja. Kelingking pun dipanggil untuk segera menghadap sang Raja. Kelingking ditemani ayah dan emaknya.
Sesampai di Istana, Raja langsung bertanya apakah benar Kelingking yang telah mengusir mengusir Nenek Gergasi. Kelingking menjawabnya sambil memberi hormat “ Benar Tuanku, untuk apa hamba berbohong?”
Sang Raja percaya, tetapi dengan subuah ancaman. Jika hantu itu datang lagi, maka si Kelingking akan dijadikan makanan tikus pelihataan putrinya.
Kelingking meminta sesuatu pada sang Raja “ Jika hamba terbukti berbohong, hamba siap menerima hukuman itu. Tapi, kalau hamba terbukti tidak berbohong, Tuanku berkenan mengangkat hamba menjadi Panglima di Istana ini.”
Walaupun permintaan Kelingking itu sangatlah berat, sang Raja menyanggupinya dengan mempertimbangkan bahwa mengusir Nenek Gergasi tidaklah mudah.
Seminggu setelah berlalu, Nenek Gergasi tidak pernah muncul lagi. Ketika pulang dari ladang, Kelingking dan ayahnya menemukan mayat Nenek Gergasi di Jurang. Keesokan harinya, Kelingking bersama kedua orangtuanya menghadap Raja untuk membuktikan bahwa ia benar-benar tidak berbohong. Kelingking pun diangkat menjadi seorang panglima.
Pada suatu hari, Kelingking merasa memerlukan sebuah pendamping hidup. Dia pun mengatakan keinginannya kepada orangtuanya. Kelingking meminta orangtuannya untuk melamar putri Raja yang cantik jelita. Ayahnya mengindir Kelingking, bahwa tidak mungkin Baginda Raja mau menerima lamaran anaknya. Tetapi, Kelingking tidak mau menyerah. Dia tetap meminta ayahnya untuk melamarkannya.
Mulanya kedua orangtuanya enggang memenuhi permintaan Kelingking. tapi, setelah didesak, akhirnya mereka pun terpaksa menghadap dan siap menerima caci maki dari Raja. Ternyata benar, ketika menghadap, mereka mendapat cacian dan bentakan dari Raja.
Mendengar bentakan itu, kedua orangtua Kelingking tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka pun pulang tanpa membawa hasil. Mendengar berita itu, Kelingking tidak berputus asa. Ia meminta agar orangtuanya kembali menghadap Raja, namun hasilnya pun tetap nihil. Akhirnya, Kelingking memutuskan pergi menghadap bersama ibunya. Sang putri pun hadir dalam pertemuan itu
Tidak disangka oleh Baginda raja, putrinya mau menikah dengan Kelingking.
“Nanti engkau menyesal, Putriku. Masih banyak pemuda sempurna dan gagah di negeri ini. Apa yang kamu harapkan dari pemuda sekicil kelingking ini?” ujar sang Raja.
Setelah mendengar pernyataan putrinya, sang Raja tidak dapat berkutik. Sang raja pun menerima lamaran si Kelingking.
Seminggu kemudian, Pesta pernikahan Kelingking dengan sang Putri dilangsungkan selama tujuh hari tujuh malam. Usai pesta pernikahan putrinya, sang Raja memberikan sebagian wilayah kekuasaannya, pasukan pengawal, dan tenaga kerja kepada si Kelingking untuk membangun Kerajaan sendiri. Setelah istananya jadi, Kelingking bersama istrinya memimpin kerajaan kecil itu. Meski hidup dalam kemewahan, istri Kelingking tetap menderita batin , karena si Kelingking tidak pernah mengurus kerajaan dan sering pergi secara diam – diam tanpa memberitahukan istrinya. Namun, anehnya, setiap Kelingking pergi, tidak lama kemudian seorang pemuda gagah menunggang kuda putih datang ke kediaman istrinya.
“ Ke mana suamimu si Kelingking?” Tanya pemuda gagah itu
“ Suamiku sedang bepergian. Kamu siapa hai orang muda?” Tanya sang putri.
“Maaf, bolehkan saya masuk ke dalam?” pinta pemuda itu
“Jangan, orang muda! Tidak baik menurut adat.” cegat sang Putri
Pemuda itu pun tidak mau memaksa. Dia pun berpamitan dan pergi entah kemana. Keesokan harinya Pemuda itu datang kembali, dan menanyakan hal yang sama. Tetapi, sang putri menjawabnya dengan kata – kaa yang sama. Melihat glagat aneh pemuda itu, sang putri pun merasa curiga. Pada malam berikutnya, ia berpura-pura tidur. Si Kelingking yang mengira istrinya sudah tidur pulas, pergi secara diam-diam. Namun, ia tidak menyadari jika ternyata istrinya membututi dari belakang.
Sesampainya di tepi sungai, si Kelingking pun langsung membuka pakaian dan menyembunyikannya di balik semak-semak. Kemudian ia masuk berendam ke dalam sungai seraya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebentar setelah mebaca doa, tiba-tiba seorang pemuda gagah berkuda putih muncul dari dalam sungai. Alangkah terkejutnya sang Putri menyaksikan peristiwa itu.
Melihat peristiwa itu, sadarlah sang Putri bahwa pemuda gagah itu adalah suaminya, si Kelingking. Dengan cepat ia pun mengambil pakaian si Kelingking lalu membawanya pulang an membakarnya. Tidak beberapa lama setelah sang Putri berada di rumah, pemuda berkuda itu datang lagi menemuinya laluberpamitan seperti biasanya. namun, ketika sang Putri akan masuk ke dalam rumah, tiba-tiba pemuda gagah itu kembali menemuinya.
“Maafkan Kanda, Istriku! Percayalah pada Kanda, Dinda! Kanda adalah si Kelingking. Kanda sudah tidak bisa lagi jadi si Kelingking. Pakaian Kanda hilang di semak-semak. Selama ini Kanda hanya ingin menguci kesetiaan Dina kepada Kanda. Ternyata Dinda adalah istri yang setia kepada suami. Izinkanlah Kanda masuk, Dinda!” pinta pemuda gagah itu.
Dengan perasaan senang dan gembira, sang Putri pun mempersilahkan pemuda itu masuk ke dalam rumah, karena ia tahu bahwa pemuda gagah itu adalah suaminya. Setelah itu, sang Putri pun bercerita kepada suaminya. Sang Putri meminta maaf kepada si Kelingking, bahwa ialah yang mengambil pakaian suaminya dan sang Putri ingin melihat suaminya gagah dan tampan seperti ini.
Kelingking pun merasa senang melihat istrinya bahagia karena mempunyai suami yang gagah dan tampan. Akhirnya, mereka pun hidup bahagia. Si kelingking memimpin negerinya dengan arif dan bijaksana, dan rakyatnya hidup damai dan sejahtera.
Demikian ringkasan cerita si Kelingking dari daerah Jambi, Indonesia.
Dalam penulisan Cerita Rakyat tersebut, ada beberapa kelemahan yang menyebabkan kurang sempurnanya Cerita tersebut. Diantaranya, tokoh Nenek Gergasi yang dianggap sebagai seorang hantu, misalkan dia seorang hantu, dia berarti bukan seorang nenek dan tidak akan mati, ini akan membuat pembaca bingung memahami siapa sebenarnya tokoh Nenek Gergasi itu. Cerita yang sangat panjang dan rumit, dapat menyebabkan pembaca terutama anak kecil, sulit memahami jalan ceritanya.
Namun, selain kelemahan yang terdapat dalam Cerita Rakyat tersebut, terdapat beberapa kelebihan yang terkandung. Diantaranya, bahasa yang mudah dipahami serta komunikatif, pilihan kata yang tepat dan menarik, ceritanya runtut dari awal hingga akhir, serta tidak membosankan.
( Sumber : Kaslani. 1998. Cerita Rakyat dari Jambi 2. Jakarta, Grasindo)
Unsur Intrinsik
  1. Tema : KEPAHLAWANAN, KEBERANIAN, KASIH SAYANG
  2. Tokoh dan perwatakan :
8 Si Kelingking :
¤ Tidak mudah putus asa ( Mendengar berita itu, Kelingking tidak berputus asa ) ,setelah lamarannya ditolak Baginda Raja, si Kelingking tidak putus asa dan mencobanya kembali, hingga akhirnya, Baignda Raja menerima lamarannya
¤ pemberani ( Tetapi, kelingking menolak untuk pergi, dia meminta ayahnya untuk membuatkan sebuah lubang kecil untuk menakut – nakuti Nenek gergaji dan ia ingin mengusir Nenek Gergaji yang selama ini membuat ketakutan penduduk )
¤ gagah ( Melihat peristiwa itu, sadarlah sang Putri bahwa pemuda gagah itu adalah suaminya, si Kelingking )
¤ arif dan bijaksana (Si kelingking memimpin negerinya dengan arif dan bijaksana, dan rakyatnya hidup damai dan sejahtera )
¤ sopan dan penuh rasa hormat (Kelingking menjawabnya sambil memberi hormat “ Benar Tuanku, untuk apa hamba berbohong?” )
8 Ayah dan Ibu Kelingking :
¤ penuh kasih sayang ( Mereka mengasuhnya dengan penuh kasih sayang hingga menjadi dewasa )
¤ pekerja keras (Segala usaha telah mereka lakukan untuk mewujudkan keinginan mereka, namun belum juga membuahkan hasil )
8 Sang Raja :
¤ Gampang emosi (Ternyata benar, ketika menghadap, mereka mendapat cacian dan bentakan dari Raja )
¤ suka mengancam (Sang Raja percaya, tetapi dengan subuah ancaman. Jika hantu itu datang lagi, maka si Kelingking akan dijadikan makanan tikus pelihataan putrinya )
¤ Menilai orang dari fisik/rasisme (“Nanti engkau menyesal, Putriku. Masih banyak pemuda sempurna dan gagah di negeri ini. Apa yang kamu harapkan dari pemuda sekicil kelingking ini?” ujar sang Raja.
8 Istri Kelingking/Sang Putri :
¤ cantik ( Kelingking meminta orangtuannya untuk melamar putri Raja yang cantik jelita )
¤ setia ( Ternyata Dinda adalah istri yang setia kepada suami )
¤ Ingin tahu ( Namun, ia tidak menyadari jika ternyata istrinya membututi dari belakang )
  1. Alur : Menggunakan Alur Mundur
  2. Latar / Setting :
8 Tempat
¤ Di sebuah Dusun di Negeri Jambi ( Alkisah, disebuah dusun di Negeri Jambi, ada sepasang suami – istri yang miskin )
¤ Di Istana Raja ( Sesampai di Istana, Raja langsung bertanya apakah benar Kelingking yang telah mengusir mengusir Nenek Gergasi )
¤ Di Sungai (Kemudian ia masuk berendam ke dalam sungai seraya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa )
¤ Di Kediaman sang Putri (Namun, anehnya, setiap Kelingking pergi, tidak lama kemudian seorang pemuda gagah menunggang kuda putih datang ke kediaman istrinya )
8 Waktu
¤ Sore hari ( Ketika hari menjelang sore, Nenek gergaji pun datang hendak memakan manusia. Alangkah marahnya ketika ia melihat kampung itu sangat sepi )
¤ Malam hari ( Pada malam berikutnya, ia berpura-pura tidur ) dan (Pada suatu malam, sang istri benar – benar melahirkan seorang bayi laki-laki sebesar kelingking )
8 Suasana
¤ Mencekam ( Kedatangannya membuat penduduk takut )
¤ Senang dan bahagia ( Betapa bahagianya mereka, karena dapat memperoleh seorang anak yang telah mereka idam – idamkan )
  1. Amanat :
8 Bentuk dan ukuran tubuh seseorang tidak dapat dijadikan pedoman rendah atau luhurnya kepribadian sesorang
8 Jangan mudah putus asa
f. Sudut Pandang : Orang ke-3 ( Dia, ia, mereka, Sang Putri, Sang Raja, dll)
g. Konflik : Batin (Meski hidup dalam kemewahan, istri Kelingking tetap menderita batin , karena si Kelingking tidak pernah mengurus kerajaan dan sering pergi secara diam – diam tanpa memberitahukan istrinya ) dan rasa takut penduduk kepada Nenek Gergasi.
Unsur Ekstrinsik
1. Nilai Moral : Bentuk dan ukuran tubuh seseorang tidak dapat dijadikan pedoman rendah atau luhurnya kepribadian sesorang
2. Nilai Religi : Disaat mereka dilanda keputusasaan, mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka memohon agar dikaruniai seorang anak, walaupun hanya sebesar kelingking, mereka mau menerimanya
3. Nilai Sosial : Kemudian kelingking mengabarinya kepada oranrtuanya dan penduduk sekitar
Continue reading →

Novel MISTERI GADIS TAK BERNAMA

1 komentar
SINOPSIS         

            Di sebuah bukit milik CITRA terdapat pelanggan yang sangat crewet namanya nona Zaenal beliau begitu menyukai desain atau gaun yang dibuat oleh CITRA dan ANI.CITRA mendapat keahlian jahit menjahit dipelajarinnya dari bangku SKKA. Citra adalah seseorang yatim piatu setelah dia lulus dia mendapat pekerjaan sebagai tukang pemotong dan jahit di CV ARIMBI. Setelah itu dia menikah tapi tidak bertahan lama di menjadi janda dengan satu orang anak.Aniadalah sahabatnya mereka sudah bertemu sejak lama mereka dekat saat CITRAmengalami trauma setelah bercerai pada saat itulah ani tinggal satu rumah bersama CITRA Setelah CITRA sudah pulih dari trauma perceraiannya ANI menuliskan untuk mengontrak rumah dan hidup mandiri rumah ani tidak jauh dari rumah CITRA,dia tinggal sendiri pembantunnya datang Cuma sore hari pada saat CITRA pulang dari bukit.
            Pada suatu ani tiba – tiba hilang tidak ada kabar CITRA dan ZAENAL datang ke rumahnya dan membuka pintu kamar ternyata ada mayat yang terkapar di lantai akan tetapi itu bukan ani sahabatnya namun kelegaan yang timbl segera terselip oleh rasa kekuatiran. Ini merupakan awal penyusutan kapten polisi kosasih dan kawan karibnya gozali siapakah yang membunuh gadis tak dikenal ini.Orang yang pertama mereka curigai adalah ANI sendiri ANI yang rumahnya telah dipakai sebagai tempat pembunuhan.ANI yang telah meninggalkan rumah bersama seorang laki – laki pada malam pembunuhan itu terjadi ani yang kemudian diketahui adalah bekas narapidana, sampai pada akhirnya polisi tidak menemuhan hasil yang .Merusaknya                                                                                                                Kemudian terjadi percobaan pembunuhan yang kedua akhirnya semu terungkap bahwa yang membunuh itu adalah ani, dia membunuh orang itu karena ani memiliki dendam kepada orang itu. Akhirnya polisi bisa menyelesaikan atau mengungkap kasus ini meskipun membutuhkan waktu yang lama.





                                    UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
                                    “ MISTERI GADIS TAK BERNAMA ”
1.      TEMA                    : DENDAM
2.      PENOKOHAN         :
A.      NYONYA ZAENAL              = seorang pembeli yang crewet
a.                   CITRA SUHENDAR              = pemilik butik citra seorang janda, ia menolong orang            yang tidak diketauhi latar belakang
B.      ANI                                                = cantik dan misterius, tidak ada yang tahu persis sia[pa ia seharusnya
C.      JOHAN                               = supel, mudah, dan mudah bergaul
D.     DANI BURHAN                   = plin plan, baik, suka menolong
E.       PAK BURHAN                                = egois, suka marah – marah
F.       ROY SUHENDAR                = tampan, gagah, khas type pria sukses
G.     TITIN SUKANDAR               =crewet. Mudah putus asa
H.     KAPTEN POLISI                  =tangguh, tanggung jawab
I.        GOZALI                              = jujur, tanggung jawab
J.        MBAK SRI                          = baik, pemurah, lugu
K.      SYAHRIR                            = penakut
L.       SELVI,KRISTI,EVI,TINA,WAHYU,MAYA,DEWI
 baik, setia kawan, tidak sombong
M.   DOKTER LEO                     = baik, jujur
3.      Latar
a.      Waktu
Ø  pagi hari
·         Pagi – pagi sekali CITRA bangun untuk menyiapkan sarapan buat anaknya dan pagi ini juga dia harus segera membuka butIknya
·         Hari minggu pagi ini mereka telah menjual sembilan gaun, dua blus, dan tiga rok bawah
·         Biasannya minggu pagi selalu ramai waktunnya orang orang libur dan menyempatkan diri berbelanja
·         Tak seperti biasannya hari senin begitu ada banyak pengunjung umumnya hari hari kerja biasa butiknya sepi sepi saja di pagi hari
·         Senin pagi ini keadaan butiknya luar biasa ramai
·         Umumnya hari kerja biasa sepi saja di pagi hari
·         Senin pagi ini keadaan butiknya luar biasa ramai

Ø  Siang hari
·         Siang ini aku makan di rumahku
·         Hari ini aku mengajak Ani makan siang di rumahku
·         Minggu siang begini bengkelnya sepi
·         Si mbok datang setiap pukul dua siang
·         Siang ini ia kelihatan keren sekali
·         Mengapa pada siang hari yang terang benerang

Ø  Sore hari
·         Sore harinya saja mereka tutup karena mereka sendiri juga membutuhkan waktu luang untuk kehidupan pribadi mereka.
·         Biasa pulang menjelang magrib sebelum Ani berangkat ke butiknya lagi.
·         Pada minggu sore duduk di beranda depan.
·         Biasanya minggu sore jeng di sebelah ini ada di rumah.

b.      Tempat
~ Di Butik :
·         Ia selalu kembali ke butik citra untuk membeli semua pakaiannya.
·         Itulah sebabnya umumnya baju-baju yang dijual di butik citra
~ Di rumah Ani :
·         Ani sudah lama merindukan bisa makan dalam suasana keluarga.
·         Ani mengontrak di salah satu gang di Jalan N 6 Agel Jawa Tengah
·         Ani memandangi wajahnya di cermin
·         Perabotan dalam rumah Ani tidak terlalu banyak
·         Ternyata di dalam kamar Ani ada mayat
~ Di bengkel
·         Siang ini bengkelnya sekali Mardi pembantunya tidak masuk
~ Surabaya
·         Waktu itu belum lama ia tinggal di Surabaya, masih mandor di sebuah rumah kecil di salah satu gang sempit di daerah embang Malang.
~SKKA
·         Jahit menjahit adalah keahliannya bakat alamiahnya. Keahlian ini dipelajari dari bangku SKKA yang pernah dinikmatinya selama tiga tahun.
·         Dari SKKA, Ani memperoleh pekerjaan sebagai tukang potong dan jahit pada CV Serambi.
~ Di rumah sakit
·         Beni yang terbaring dengan beberapa bagian tubuhnya terbalut giv.
4.      Alur Mundur
Tahapan Alur
a.      Pengenalan
o   Ani berjumpa dengan citra lima tahun yang lalu waktu itu belum lama ia tinggal di Surabaya masih mondok di sebuah rumah kecil di salah satu gang sempit di daerah embang malang.
b.      Pemunculan konflik
o   Entah bersembunyi dimana hari ini kata CITRA seharian ANI tidak dating.Ani hilang entah kemana tidak ada kabar sama sekali, rumahnya juga sepi.
o   Citra bangkit dari duduknya, lalu berjalan ke pintu kamar ANI tangannya mencoba-coba tangkai pintu.Ternyata pintu membuka tanpa suara CITRA melengok ke dalam dan seketika terdengar suara teriakan tajam.Di hadapan mereka terlentang di atas lantai seorang perempuan muda yang sudah tidak bernyawa.

c.       Konflik  memuncak
o   Rumah ani sudah dipakai sebagai tempat pembunuhan, semua usaha polisi untuk menemukannya tidak membuahkan hasil.Ani dicurigai sebagai pembunuhnya karna ani diketahui sebagai seorang bekas nara pidana. Kemudian terjadi percobaan pembunuhan yang kedua.
d.      Konflik bisa diselesaikan
o   Kokasih dan gojali sudah dapat menemukan siapa pembunuhnya.Setelah informasi lama kepada Nyonya Shahri akhirnya terungkap siapa ani sebenarnya.
o   Setelah berteman cukup lama dengan gozali CITRA mendapatkan lelaki yang seperti diinginkannya
5.      Amanat
o   Saling terbuka dan saling percaya kepada sahabat agar tidak terjadi kesalahpahaman
o   Berkata jujur dan apa adanya agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan
o   Dalam sebuah percintaan harus saling menghargai alangkah indahnya jika mencintai seseorang karena kekurangannya bukan karna kelebihannya karena dari itu kita dapat mencintai dan menyayangi seseorang apa adanya dari ketulusan hati.
o   Jangan terlalu egois dalam memikirkan hidup kita punya segalanya tapi belum lengkap jika kita belum punya pendamping hidup.

6.      Sudut Pandang
Orang ke tida
Ani adalah sahabatnya, ani yang rumahnya telah dipakai sebagai tempat pembunuhan ani yang terlihat meninggalkan rumahnya bersama seorang laki-laki pada malam pembunuhan itu terjadi. Betulkah ani yang telah membunuh gadis yang tak bernama ini atau ia sendiri merupakan korban sandera si pembunuhan yang sebenarnya.   

UNSUR EKSTRINSIK

            Latar belakang pengarang ini adalah berawal dari hobi atau bakatnya dalam keahlian jahit menjahit yang selanjutnya ia teruskan dalam pendidikan di SKKA selama tiga tahun. Dari SKKA itu dia bekerja sebagai tukang potong dan jahit pada CV Arimbi. Sebuah perusahaan kecil yang membuat pakaian-pakaian jadi khusus dari bahan batik.Selain itu latar belakang pengarang ini adalah latar belakang social yang begitu peduli dengan sahabat serta lingkungan sekitar.
Continue reading →